Friday, June 12, 2015

Banjoe Template untuk Villa


Template Blogger Oke Template


PasarOnline v2 Blogger Template

Sunday, April 5, 2015

IPNU-IPPNU CIamis Gelar doa Bersama Sukses UN

Ilustrasi: NU Purworejo
Aswaja News - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menggelar doa bersama dalam rangka menghadapi Ujian Nasional 2015 di Mesjid Agung Ciamis.



Alasan Saudi Menyerang Al-Houthi di Yaman

Para pendemo pendukung Houthi di Yaman - Photo - Reuters
Para pendemo pendukung Houthi di Yaman – Photo : Reuters

Pesantren untuk Muktamar NU Siap Sebelum Ramadhan

Aswaja News - Menjelang Muktamar NU pada Agustus mendatang, Panitia Daerah Wilayah Jawa Timur menargetkan persiapan empat pesantren di Jombang yang menjadi tuan rumah perhelatan akbar itu selesai sebelum bulan Ramadhan 1436 H.
Ketua Panitia Daerah Wilayah Jatim H Saifullah Yusuf mengatakan, persiapan tersebut khususnya meliputi pembangunan infrastruktur, termasuk kamar mandi, toilet, penginapan, dan semacamnya.
Logo Muktamar NU ke 33
Logo Muktamar NU ke 33

Ekstremisme Mengancam Kalangan Pelajar

Pelajar menjadi sasaran kelompok ekstrem yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Islam. Hal itu dikarenakan pelajar merupakan generasi penerus yang dibutuhkan untuk merealisasikan tujuan mereka.
Ilustrasi Pelajar
Ilustrasi Pelajar | sbr: Arrahmah.co.id

Bangsa Indonesia Punya Karakter

Gus Mus - Musthofa Bisri
Gus Mus - Musthofa Bisri

Lahirnya Orang Ngetren Baru

Gus Mus - Musthofa Bisri
Gus Mus - Musthofa Bisri

Saturday, April 4, 2015

Gerhana Bulan Total 4 April 2015

Ilustrasi Gerhana Bulan
Ilustrasi Gerhana Bulan
Secara global di tahun 2015 M. ini Insya Alloh akan terjadi 4 kali gerhana. Dua kali gerhana bulan total, satu kali gerhana matahari total dan satu kali gerhana matahari sebagian / parsial. Namun sayangnya dari empat kali gerhana tersebut tidak bisa disaksikan dari Indonesia, kecuali gerhana kedua di tahun ini.
Gerhana kedua di tahun ini adalah Gerhana Bulan Total yang terjadi pada tanggal 4 April 2015. Gerhana bulan ini terjadi 15 hari setelah gerhana matahari total yang terjadi pada hari Jum’at Pon, 29 Jumadil Ula 1436 H./20 Maret 2015 M. Pukul 07:41 UT sampai 11:50 UT. di wilayah Norwegia dengan durasi total 2 menit 27 detik. Gerhana matahari tersebut juga melintasi Rusia, Asia bagian utara, Afrika bagian utara serta seluruh benua Eropa, namun hanya terlihat sebagai gerhana matahari sebagian. Wilayah Australia, Asia Tenggara, Asia bagian selatan, Afrika bagian selatan serta Amerika tidak mengalami gerhana sama sekali.  Termasuk juga wilayah Indonesia tidak terlintasi gerhana matahari ini.
Gerhana bulan total yang bisa disaksikan dari Indonesia tepatnya terjadi pada hari Sabtu Pon, 15 Jumadil Akhiroh 1436 H./ 4 April 2015 M. mulai jam  17:15 WIB sampai 20:44 WIB. Gerhana meliputi Asia, Australia dan Amerika. Dari wilayah Asia dan Australia, gerhana bisa dilihat pada sore hari sementara dari Amerika Utara dan Selatan, gerhana bisa diamati pada dini hari, sedangkan  Timur Tengah, Afrika dan Eropa tidak bisa menyaksikan peristiwa gerhana ini  karena pada saat gerhana terjadi, wilayah tersebut masih siang hari dan bulan masih dibawah ufuk.
Menurut sebagian metode hisab/astronomi, gerhana bulan 4 April 2015 ini tidak termasuk gerhana bulan total (total lunar eclipses) tetapi hanya gerhana bulan parsial (partial lunar eclipses), karena magnitude gerhana tidak sampai 1, akan tetapi menurut metode yang lainnya, seperti metode hisab Ad-Durrul Anieq, gerhana ini termasuk gerhana total karena magnitude gerhananya mencapai 1.0008 dengan durasi total 4 menit 48 detik.
Berikut ini hasil perhitungan gerhana bulan dari beberapa metode hisab dan software astronomy
Dari situs Fred Espenak Nasa, durasi gerhana umbra 3 jam, 29 menit, 1 detik, durasi totalnya 4 menit 43 detik dengan magnitude umbranya 1,00080. Pada release sebelumnya yang dikeluarkan Fred Espenak Nasa pada  Juli 2004, durasi gerhana umbra 3 jam 29 menit 40 detik, durasi totalnya 11 menit 56 detik, dengan magnitude umbra 1.0052.
Diantara metode dan software memprediksi gerhana ini sebagai gerhana parsial (tidak total) karena mgnitude gerhana tidak sampa 1, diantaranya :  Program MoonCalc 6.0 oleh Monzur Ahmed, magnitude 0,996, Program ALW dengan magnitude 0,99, Alghoritma Jean Meeus dengan magnitude 0,996, dan Redshift 3 dengan magnitude 0,994, Starry Night Pro 6.3.9 dan Stellarium 0.7.1. 
Ternyata ilmu hisab yang tidak lain adalah ilmu pasti, dalam menghitung gerhana bulan 4 April 2015 ini terjadi perbedaan yang signifikan antara satu metode dengan metode yang lainnya. perbedaan hasil perhitungan ahli hisab/astronomi ini menjadi tantangan bagi ahli hisab untuk membuktikan keakurasian hisabnya. Mengingat bahwa ilmu hisab bukanlah dogma agama yang cukup hanya dipercayai dan tidak bisa diutak-atik, namun ilmu hisab adalah ilmu eksak, dimana perhitungannya berdasarkan data-data empirik hasil rukyat/observasi estafet para ahli hisab ratusan tahun yang lalu sampai sekarang. Ahli hisab sejati akan selalu mencari kebenaran dari perhitungan hisabnya sehingga hisab yang dipakai benar-benar hisab qoth'I yang realistis sesuai dengan di lapangan.
Pengamatan gerhana bulan berbeda dengan pengamatan gerhana matahari, masuknya bayangan umbra (bayangan inti) kedalam piringan bulan tidak mudah diidentifikasi karena tepi bayangan umbra sifatnya agak blur (Jawa : mbelabur) yakni tidak jelas betul seperti tepi bayangan pada momen gerhana matahari. Hal ini dikarenakan pada saat momen gerhana matahari, piringan matahari dilihat dari bumi terhalang langsung oleh obyek bulan. Sedangkan pada saat gerhana bulan, piringan bulan dilihat dari bumi tidak terhalang oleh obyek apapun, namun cahaya matahari yang menuju permukaan bulan terhalang oleh bumi yang kita tempati, sehingga bulan tidak memancarkan cahaya yang notabene berasal dari matahari. Jika kita menggunakan teleskop dengan zoom yang memadai maka pada saat gerhana bulan total sekalipun, permukaan bulan masih bisa dilihat dari bumi walaupun dengan kondisi sangat redup sekali, hal ini berbeda ketika pengamatan gerhana matahari, walaupun dengan teleskop canggih, permukaan matahari tidak akan bisa dilihat ketika obyek bulan sudah memasuki piringan matahari.
Karena kondisi bayangan umbra yang blur inilah sehingga menyulitkan bagi pengamat untuk mengidentifikasi kapan saat detik-detik awal gerhana umbra (awal irisan bayangan umbra menyentuh permukaan bulan), pun juga kapan saat detik-detik akhir gerhana umbra (akhir irisan umbra terlepas dari piringan bulan). Identifikasi tahapan-tahapan gerhana bulan akan lebih mudah jika didokumentasikan dalam bentuk video maupun foto sehingga bisa dianalisa lebih lanjut kapan sejatinya saat awal gerhana dan akhir gerhana, lama proses gerhana, serta jenis gerhana, total ataukah parsial?.
Dilihat dari kota Surabaya, saat bulan terbit dari ufuk timur sudah dalam keadaan gerhana. Berikut gambar tahapan gerhana bulan secara perhitungan dan penampakan gerhana dengan Stellarium 0.7.1 dari Surabaya
Ibnu Zahid Abdo el‐Moeid, Dewan Pakar Lajnah Falakiyah NU Gresik

Situasi di Hadhramaut Masih Kondusif

Situasi PCNU Yaman
Situasi PCNU Yaman

Konflik antara pemerintah Yaman dan Syi'ah Houtsy semakin memanas. Operasi "Badai Hazm" yang dimulai Kamis diri hari (26/3) kini memasuki hari keenam. Konflik ini melumpuhkan stabilitas ibu kota Shana'a dan beberapa kota di Yaman Utara. Meskipun demikian, warga negara Indonesia (WNI) di provinsi Hadhramaut masih menjalankan aktivitas sebagaimana biasa.

Hingga kini pemerintah Yaman dengan dibantu oleh koalisi negara-negara Arab yang dipimpin Arab Saudi masih melakukan penyerangan terhadap kelompok Syi'ah Houtsy yang disokong Iran.

Demikian keterangan disampaikan Ketua PCINU Yaman Arman Maliky yang kini tengah menempuh pendidikan di Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Provinsi Hadhramaut, Republik Yaman kepada stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 3, Jakarta, Selasa (31/3) siang.

Menurut laporan Arman, kondisi WNI di Yaman secara umum masih terbilang aman. "Mengenai keamanaan WNI di Yaman itu relatif tergantung posisi keberadaannya di kota mana. Kalau di Hadhramaut, Yaman Selatan, Alhamdulillah WNI masih aman dan aktivitas masih berjalan kondusif," kata Arman.

Hadhramaut yang merupakan pusat tujuan belajar agama berasaskan Aswaja oleh mayoritas orang Indonesia sampai kini masih stabil dan terkendali. Hal itu bisa terlihat dari aktivitas perkuliahan di Universitas Al-Ahgaff kota Mukalla dan kota Tarim yang masih berjalan seperti biasa. Demikian juga kegiatan belajar mengajar di Ribath Tarim (pondok pesantren), Darul Musthofa dan lainnya yang berada di Hadhramaut, khususnya Tarim.

Perihal akan dievakuasinya semua WNI oleh KBRI Sana'a yang tersebar sejak sebulan lalu, hanya ditujukan kepada WNI yang terancam keamanannya.

"Sekitar 1800-an Pelajar Indonesia yang tersebar di beberapa lembaga pendidikan kota Tarim memilih bertahan dikarenakan situasi dan kondisi masih aman-aman saja," jelas Arman.

Bahkan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman yang berpusat di kota Tarim masih bisa melakukan kajian ilmiah rutin membahas Fiqih Nawazil pada Sabtu (28/3) malam. Dalam acara itu, PCINU Yaman juga menyempatkan do'a bersama untuk keselamatan dan keamanan semua WNI yang berada di Yaman. (Red Alhafiz K)

Friday, April 3, 2015

Akrab dengan Tuhan

Gus Dur
Gus Dur
Entah karena apa, pertemuan Gus Dur dan dengan Kiai Hasyim Muzadi berlangsung kaku, tak seperti sebelum-sebelumnya.

Untuk menyegarkan suasana, Pak Syairozi (saat itu Ketua PW LP Maarif NU Jatim) mulai memancing ger-geran. Ia menceritakan kisah mengenai "pujian" sebelum shalat subuh yang biasanya dibaca di langgar-nya KH. Imron Hamzah (Rais Syuriah PWNU Jatim era 1990-an), yang khas dan unik.

Kalau biasanya di langgar atau masjid orang NU sebelum subuh dibacakan pujian "La Ilaha Illa Anta, Ya Hayyu Ya Qoyyum", tapi di langgar-nya Kiai Imron Hamzah pujiannya malah berbunyi, "La Ilaha Illa Ente, Ya Hayyu Ya Qoyyum".

Mendengar kisah dari Pak Syairozi, kedua tokoh NU itu langsung tergelak. "Wah, ternyata di sana warga NU sangat akrab dengan Tuhan. Buktinya, Tuhan saja dipanggil Ente!" celetuk Gus Dur.

Pancingan berhasil, suasana kembali cair. (Muhammad Nuh)

Gus Mus Berdakwah dengan Ipad


Gus Mus
Gus Mus
Dulu, kiai salaf di pondok pesantren selalu identik dengan kitab kuning yang lusuh. Kini, identitas itu tak lagi berlaku bagi Gus Mus. Perkembangan teknologi membuat Gus Mus - pangilan akrabnya - membaca kitab-kitab kuning tak lagi dengan membawa kitab kuning, tetapi ia memanfaatkan fasilitas komputer tabled buatan Apple. "Kita sangat terbantu dengan teknologi modern ini," ujar Gus Mus

Pria kelahiran Rembang tahun 1944 itu juga menjelajahi dunia maya untuk mengetahui perkembangan zaman dan teknologi. Ia membuat akun jejaring sosial, seperti facebook, twitter hingga blog dengan alamat: http://gusmus.net/.

Gus Mus mengaku sudah berkali-kali memamerkan iPad miliknya. Salah satunya ketika mengisi ceramah pengajian di Sumenep, Madura. Dia menunjukkan video Michael Jackson yang "menyanyikan" lagu Madura.

Ternyata, para kiai tersebut tidak tertarik. Para kiai juga protes karena dianggapnya akan menimbulkan ketergantungan dengan teknologi.. Lalu, Gus Mus memperlihatkan hasil download kitab-kitab kuning dari berbagai perpustakaan di penjuru dunia. "Buka kitabnya gak usah pake tulunjuk jari dengan pelicin ludah, tapi cukup dijawil," kata suami Siti Fatimah itu.

Sejak itu, para kiai mulai tertarik iPad. Tapi, mereka mengeluh kenapa hurufnya kok kecil. Gus Mus langsung menyahut: "Jawil saja dengan dua jari telunjuk dan ibu jari, hurufnya akan langsung membesar". Para kiai langsung terperangah. Sambil guyonan mereka langsung menanyakan harganya.

Menurut Gus Mus, keberadan teknologi terserah pada penggunanya. Ia mencontohkan adanya twitter dan facebook sangat bermanfaat untuk silaturahmi dan belajar dari kicauan orang-orang. "Mudah mendapatkan pengetahuan dari berbagai sumber," kata pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin Rembang tersebut.

Kini, dengan iPad, Gus Mus selain tak repot membawa segepok kitab kuning, tetapi dia cukup mendownload kitab-kitab kuning. Keuntungan lain, dia juga bias belajar di mana saja. "Pas jalan macet kita bisa membaca kitab atau baca Al-Qur'an," katanya. Kini, di mana ada Gus Mus pasti ada iPad yang ditentengnya.

Banser Blitar Gelar Apel Kesetiaan NKRI

Apel Banser Blitar
Apel Banser Blitar
Ribuan anggota Gerakan Pemuda Ansor dan organisasi semi otonomnya, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di Kabupaten Blitar, Jumat (3/4) sore mengadakan apel kesetiaan pada bangsa dan negara.

Apel dalam rangka menyambut hari lahir ke-81 GP Ansor ini akan dilaksanakan di lapangan Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. “Apel akan dilaksanakan setelah shalat Jum’at. Sekitar 1000 lebih pasukan akan ikut ambil bagian dalam acara ini,” ujar Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Blitar Ir H Lutfi Azis kepada NU Online pagi ini.

Apel akan diikuti pasukan Banser dari berbagai Satuan Koordinator Rayon  (Satkoryon) di Kababupaten Blitar yang terdiri dari 22 kecamatan atau satuan rayon. “Semua satkoryon memastikan bisa ikut dalam apel kesetian ini,” ungkap Lutfi Azis yang kini juga menjabat sebagai ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar itu.

Selain anggota Banser, beberapa ulama dan tokoh akan hadir dalam apel tersebut, termasuk Bupati Blitar H Herry Noegroho bersama anggota Forpinda (Forum Pimpinan Daerah) Kabupaten Blitar. “Sore kita akan apel kesetiaan, malam harinya kita gelar pentas seni yang dilanjutkan gelar Bazar Ekonomi,” tambah Kepala Satkorcab Banser Kabupaten Blitar, Imron Rosyadi.

Imron menambahkan, selain dalam rangka memperingati hari lahir GP Ansor dan Banser tahun ini, kegiatan ini juga sekaligus sebagai ajang konsolidasi anggota menjelang diadakannya Muktamar Ke-33 NU di Kabupaten Jombang, 1-5 Agustus mendatang.

”Ini saatnya ‘manasi mesin’ istilahnya. Apalagi Banser juga menjadi sasaran ancaman ISIS setalah TNI dan Polri. Maka sudah waktunya kita manasi mesin,”  katanya.

PBNU Dukung Upaya Evakuasi WNI dari Yaman

H As'ad Said
H As'ad Said
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung upaya pemerintah untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Yaman terutama di daerah-daerah yang dinyatakan tidak aman.

“Kami mendukung secara moral terhadap upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan kedutaan besar kita di sana untuk mengevakuasi warga Indonesia,” kata Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dihubungi NU Online, Kamis (2/4) malam.

“Kita juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Yaman yang melindungi warga kita di sana,” ujarnya.

“Warga Indonesia di Yaman adalah warga NU juga, kami harapkan semuanya sabar dan tawakkal sambil menunggu pertolongan pihak manapun,” tambahnya.

PBNU menyatakan prihatin atas konflik politik di Yaman yang menyebabkan pertumpahan darah dan menghimbau pihak-pihak terkait untuk mengakhiri kontak senjata.

“Sebagai organisasi ulama kita berharap agar semua pihak terdidik dapat memelopori rekonsiliasi agar konflik segera bisa diselesaikan, bukan malah melibatkan negara tetangga. Pihak-pihak terkait perlu mengedepankan kepentingan warga,” kata As’ad.

Terkait evakuasi WNI, sebelumnya Ketua PCINU Yaman Arman Maliky Selasa (31/3) siang lalu melaporkan bahwa kondisi WNI di Yaman secara umum masih terbilang aman, terutama yang tinggal di Hadhramaut sebagai pusat tujuan belajar.

Menurut Arman, evakuasi oleh pihak kedutaan (KBRI) ditujukan kepada WNI yang terancam keamanannya. Sementara sekitar 1800-an Pelajar Indonesia yang tersebar di beberapa lembaga pendidikan kota Tarim memilih bertahan dikarenakan situasi dan kondisi dinilai masih aman. 

Perdalam Aswaja untuk Antisipasi Radikalisme

Ilustrasi Tenaga Pendidik Perempuan
Ilustrasi Tenaga Pendidik Perempuan
Maraknya gerakan Islam garis keras menimbulkan keprihatinan. Hal ini menginspirasi berbagai kalangan untuk menyiapkan kader yang mampu membentengi generasi muda dari paham radikalisme, termasuk kaum ibu dan para pendidik perempuan.
“Pengetahuan terhadap dasar-dasar Ahlus Sunnah wal Jamaah ala Nahdlatul Ulama kepada kaum perempuan sangat penting agar bisa disampaikan sejak dini kepada anak-anak,” kata M Afwan Romdhoni dari PW Aswaja NU Center Jatim. Karena itu, sehari penuh pada Ahad (29/3), PW Aswaja NU Center Jawa Timur menyelenggarakan bimbingan pelatihan tentang Aswaja bagi 100 pendidik perempuan.
“Kegiatan ini sebagai jawaban atas kegelisahan para pendidik maupun orang tua atas kian merebaknya gerakan terorisme dan radikalisme,” kata Afwan.
“Selama pelatihan, peserta yang seluruhnya perempuan dan dibatasi 100 orang itu mendapat informasi mendalam seputar kelompok, aliran, dan sekte dalam sejarah umat Islam,” kata Ustadz Afwan, sapaan akrabnya.
Dia menerangkan, sebagai panduan selama pelatihan berlangsung serta untuk bekal usai kegiatan, para peserta yang berasal dari Surabaya, Sidoarjo dan kota sekitar ini juga dibekali buku modul pelatihan Aswaja yakni Risalah Ahlusunnah Wal Jama’ah: Dari Pembiasaan Menuju Pemahaman Dan Pembelaan Akidah Amaliah NU karya Tim Aswaja NU Center Jatim.
Sementara itu, salah seorang aktifis PW Aswaja NU Center Jatim, Fauzi menjelaskan, peserta menerima penjelasan tentang aktualisasi bid’ah hasanah dalam perspektif al-Qur’an dan Hadits. Dan yang sangat khas dari kegiatan ini, lanjutnya, adalah saat mamasuki sesi membedah tradisi dalam tinjauan ahli hadits dan ulama Salafi.
Sejumlah tradisi yang telah mengakar di masyarakat disampaikan. Seperti tradisi ngapati, mitoni dan tingkepan. Juga mengiringi jenazah dengan bacaan tahlil, serta talqin mayit. “Termasuk keabsahan selamatan 7 hari kematian, jamuan makan kepada para penta’ziyah serta tahlil fida’ atau tebusan,” terangnya.
Fauzi menuturkan, membaca al-Qur’an di kuburan, dzikir bersama dan mengeraskan suara, tahlilan, yasinan, maulid Nabi Muhammad SAW, manaqiban hingga haul juga menjadi hal penting dari pelatihan tersebut. “Termasuk tradisi bulan Syuro, Sya’ban, ruwahan dan nyadran, Shafar, manfaat dan dalil istighatsah serta tawassul,” tandasnya.

Media Online Dikuasai Orang Tak Paham Agama

Gus Mus
Gus Mus
Rais ‘Am Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Mustofa Bisri, mengaku resah atas peredaran informasi tentang persoalan-persoalan agama yang tersiar di media-media online. Menurutnya, saat ini teknologi informasi di media online dan media sosial justru dikuasai oleh kelompok-kelompok yang tak memahami dan menguasai agama secara mendalam.
“Itu Masya Allah. Jadinya kacau semua,” ujarnya prihatin dalam pengajian dalam rangka ulang tahun unit kegiatan mahasiswa di Kampus III Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Senin malam, 30 Maret 2015.
Gus Mus panggilan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Rembang, Jawa Tengah, ini mencontohkan, begitu orang membuka mesin pencari di Internet seperti Google mengenai tanya jawab tentang hukum tertentu, maka yang pertama sekali muncul keluar justru dari orang-orang yang tidak jelas.
Dikatakan Gus Mus, seperti dilansir Tempo, sekarang terdapat banyak sekali situs-situs berisi agama Islam yang tidak memahami agama secara mendalam. “Dia tidak dunung (paham), tapi dia menguasai IT (informasi dan teknologi),” kata Gus Mus.
Di hadapan para dosen dan mahasiswa Fakultas Syariah UIN Walisongo Semarang, Gus Mus meminta agar kalangan kampus ikut bergerak untuk menangani masalah tersebut. “Fakultas Syariah harus muncul di Internet. Biar yang lain hanya jadi bandingan saja,” kata Gus Mus. Kampus harus memberi pemahaman kepada orang-orang yang tidak paham Islam.
Sebelumnya, Kemenkominfo telah memblokir situs-situs yang ditengarai menyebarkan paham radikalisme. Kemenkominfo meminta agar masyarakat mengambil peran aktif dalam menghadapi penyebaran paham radikal tersebut.

Islam Indonesia Mulai Diterima Dunia

KH Said Aqil Siraj
KH Said Aqil Siraj
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa Islam Nusantara kini mulai diterima dunia, karena Islam Nusantara yang dikembangkan para ulama NU itu bisa bergandengan secara damai dengan siapapun.
“Para ulama Afghanistan, Thailand, Malaysia, Filipina, dan sejumlah negara Timur Tengah juga mulai menyekolahkan anak-anak mereka ke Indonesia untuk belajar Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah,” katanya dalam sambutan pada Peluncuran Sukses Muktamar ke-33 NU di Gedung PWNU Jatim, Surabaya, Sabtu malam.
Dalam peluncuran yang ditandai dengan istighatsah (doa bersama memohon keselamatan), tahlil, shalawat, dan pagelaran wayang dengan lakon “Nur Kala Kalidasa” oleh dalang Ki Enthus Susmono itu, ia mengaku dirinya juga baru saja menerima penghargaan dari AS sebagai pemimpin dunia nomor 17 yang mewujudkan kedamaian dunia.
“Pak Imam Aziz (salah seorang Ketua PBNU yang kini menjabat Muktamar Ke-33 NU) juga akan segera ke Patani, Korea untuk menerima penghargaan dari negara itu atas prestasi dalam mengembangkan rekonsiliasi dengan beberapa keluarga PKI yang masih hidup,” katanya.
Di hadapan Gubernur Jatim Soekarwo, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko, Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf, ulama dan pengurus cabang NU se-Jatim, ia mengatakan Islam Nusantara (Aswaja) yang dikembangkan para ulama NU merupakan jalan tengah yang menyelamatkan masyarakat dari konflik dari zaman ke zaman.
“Konflik politik Mu’tazilah-Khawarij melahirkan Aswaja (Imam Hasan Al-Basri), konflik antara rasionalitas dan spiritualitas melahirkan Ilmu Kalam (Imam Abu Hanifah), konflik dalam penafsiran Quran dan Hadits melahirkan Ilmu Fiqih dengan Ijmak dan Qiyas (Imam Syafii), serta konflik hakikat dan syariat yang melahirkan tarekat (Imam Ghazali),” katanya.
Perkembangan terakhir adalah konflik antara negara dengan agama “Konflik negara-agama itu dirumuskan KH Hasyim Asyari (Pendiri NU) dengan konsep Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan dalam satu agama), Ukhuwah Basyariah (persaudaraan dalam satu bangsa), dan Ukhuwah Wathoniyah (persaudaraan dalam satu negara),” katanya.
Bahkan, katanya, Ukhuwah Wathoniyah mungkin lebih utama daripada lainnya. “Itu karena kita lahir, bertindak, bekerja, dan beribadah di atas Tanah Air ini. Tidak mungkin kita bisa beribadah kalau kita tidak memiliki Tanah Air, karena itu para ulama NU menyatakan cinta Tanah Air itu sebagian dari iman,” katanya.
Oleh karena itu, ajaran Islam yang dikembangkan para ulama melalui organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU) yakni Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) itu kini menjadi perhatian dunia, karena itu Muktamar Ke-33 NU di Jombang pada 1-5 Agustus 2015 mengangkat tema Islam Nusantara.
“Islam Nusantara yang berpaham Aswaja yang dimotori NU juga sering tanyakan para diplomat asing yang berkunjung ke Kantor PBNU, terutama duta-duta besar dari Eropa,” kata Said Aqil yang mencalonkan diri lagi sebagai ketua umum dalam Muktamar 2015 di Jombang itu.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Jatim Soekarwo juga menyampaikan terima kasih atas peran NU yang menghargai kebhinnekaan bangsa Indonesia, karena hal itu menyebabkan terjadinya titik temu antara agama dan negara, sehingga kehidupan masyarakat menjadi aman dan nyaman yang akhirnya masyarakat bisa sejahtera.
Muktamar Ke-33 NU itu akan dihadiri 4.000-an peserta dan 5.000-an penggembira. Lokasi pembukaan di Alun-alun Jombang, tapi lokasi muktamar akan tersebar pada empat pesantren yakni Pesantren Tebuireng, Pesantren Denanyar, Pesantren Bahrul Ulum, dan Pesantren Rejoso-Peterongan.
“Lokasinya mungkin agak ruwet, tapi kita menghormati para pendiri NU. Kita ingin napak tilas, sekaligus mencari barokah dan belajar kepada para pendiri NU,” kata Ketua Panitia Daerah Muktamar Ke-33 NU H Saifullah Yusuf yang juga Wagub Jatim.

Beasiswa Santri 2015 Telah Dibuka

Kementrian Agama Republik Indonesia membuka kesempatan bagi para santri berprestasi untuk mendapatkan beasiswa kuliah di universitas dan perguruan tinggi terkemukan Nasional dengan Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Kementrian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) telah mengumumkan dibukanya program beasiswa bagi santri berprestasi ini di laman web resminya, www.ditpdpontren.kemenag.go.id. Berikut hal-hal yang disampaikan dalam pengumuman itu: 

1. Pendaftaran Peserta Calon Seleksi PBSB secara online melalui www.pondokpesantren.net/pbsb (klik aplikasi pbsb 2015);
2. Pendaftaran dimulai pada tanggal 01 sd. 20 April 2015 (ditutup pukul 16.00 WIB);
3. Pendaftaran diperuntukkan:
 a. Lulusan Madrasah Aliyah (MA) tahun 2015 binaan Pondok pesantren jurusan IPA, IPS, Bahasa, dan Agama
 b. Lulusan Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) Penyelenggara Paket C Tahun 2014 dan 2015;
 c. Masing-masing jurusan dapat memilih bidang program studi pada perguruan tinggi yang sudah ditentukan;
4. Calon peserta yang mengalami kesulitan pendaftaran online dapat menghubungi pihak Kantor Wilayah Kemenag di masing-masing provinsi (nomor kontak terlampir);
5. Proses pelakasanaan seleksi PBSB tidak dipungut biaya.

Sumber: arrahmah.co.id

Sikap Gusdurian Menanggapi Pemblokiran Situs Radikal

Sebagaimana dikabarkan oleh sejumlah media, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah melakukan permintaan pemblokiran puluhan situs yang dianggap berbau radikal kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kemudian beredar surat Kementerian Komunikasi dan Informatika kepada penyelengara ISP yang meminta menambahkan sejumlah situs ke dalam sistem filtering.

Menurut Alissa Wahid, Koordinator Jaringan GUSDURian Indonesia, hal tersebut memicu kontroversi. Selama ini sejumlah situs memang ditengarai menganjurkan kekerasan dan menebarkan kebencian. Sejumlah situs bahkan ditengarai mengajarkan aksi terorisme.
“Jaringan GUSDURian sangat menentang isi sejumlah situs yang mengajarkan kekerasan dan kebencian terhadap kelompok lain yang berbeda,” ujar Alissa melalui rilisnya, Selasa (31/3).
Secara prinsip, katanya, hak berekspresi dan berpendapat adalah hak asasi yang dijamin oleh konstitusi. Setiap tindakan pembatasan terhadap hak asasi oleh negara, harus dilakukan dengan memenuhi kaidah pembatasan, yakni pembatasan tersebut harus diatur di dalam undang-undang serta dilakukan dengan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Oleh karena itu, lanjut Alissa, terhadap pemblokiran sejumlah situs yang dianggap radikal, Jaringan GUSDURian Indonesia menyatakan:
1. Mendukung upaya Negara untuk menindak situs-situs dan pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang bertujuan menimbulkan kebencian dan permusuhan, utamanya untuk menanamkan semangat teror.
2. Mendesak agar tindakan terhadap pihak-pihak penyebar kebencian tersebut dilakukan dengan cara yang sesuai dengan konstitusi dan dilakukan secara transparan dan akuntabel kepada publik.
3. Setiap tindakan pembatasan hak berpendapat, termasuk pemblokiran situs, harus dilakukan berdasar pada undang-undang dan tidak boleh dilakukan secara semena-mena.
4. Mendesak pemerintah untuk menegakkan hukum tanpa diskriminasi terhadap semua warga negara, dan tidak ragu terhadap kelompok penekan yang mengingkari falsafah dasar NKRI.
5. Menyerukan kepada segenap Gusdurian dan masyarakat luas untuk tidak terpengaruh dan terprovokasi oleh muatan situs-situs yang menganjurkan kebencian dan kekerasan.
6. Menyerukan kepada segenap Gusdurian dan masyarakat luas untuk memperkuat situs-situs dan gerakan yang mendorong perdamaian dan toleransi